PALEMBANG, HSBBERITA.com – Perwira Siswa Pendidikan Reguler LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Pasis Dikreg LXVIII Seskoad) menggelar penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung, Rabu 2 September 2026.
Kegiatan ini merupakan implementasi Perintah Panglima TNI menindaklanjuti Instruksi Presiden terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan.
Sebelum turun ke lapangan, para Pasis mendapat pembekalan tentang segitiga api, penyebab kebakaran, dampak Karhutla, sistem penanggulangan terpadu, deteksi dini, mekanisme pelaporan, dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat.
Di Sumatera Selatan, penyuluhan dipusatkan di Palembang. Selain memberikan edukasi langsung kepada warga Kelurahan Bukit Baru, Pasis juga berkoordinasi dengan Kodim Palembang, Polresta Palembang, dan Kejaksaan Negeri Palembang.
Koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi TNI dengan Forkopimda dan pemangku kepentingan lain. Dari pertemuan itu, Pasis mendapatkan gambaran potensi kerawanan wilayah, mekanisme deteksi dini, pola koordinasi antarinstansi, hingga aspek penegakan hukum.
Pendekatan serupa dilakukan di Riau dan Lampung dengan mengedepankan dialog bersama unsur kewilayahan. Penyuluhan dikemas secara edukatif dan interaktif agar masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga menyampaikan persoalan yang dihadapi.
Masyarakat diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya luas: merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga perekonomian. Warga juga diajak segera melapor jika menemukan titik api.
TNI AD menegaskan penanganan Karhutla butuh keterlibatan semua pihak: TNI, Polri, pemerintah daerah, Kejaksaan, BPBD, instansi lingkungan hidup, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan warga.
Bagi Pasis Dikreg LXVIII, kegiatan ini sekaligus menjadi latihan lapangan untuk membentuk calon pemimpin TNI AD yang memahami persoalan di wilayah dan mampu membangun kolaborasi.
“Pencegahan, edukasi, deteksi dini, dan pemberdayaan masyarakat adalah kunci menekan Karhutla sebelum api muncul,” demikian penekanan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. (Adi Simba)












