PALEMBANG, HSBBERITA.com — Identitas pengemudi mobil Toyota Fortuner yang diduga menyebabkan kecelakaan beruntun di bawah Stasiun Cinde, Palembang, mulai terungkap. Polisi menyebut pengemudi bernama Ahmad Nasuhi (57), yang diketahui merupakan mantan aparatur sipil negara (ASN) dan terpidana kasus korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.
Kanit Gakkum Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, mengatakan pihaknya masih mendalami status hukum Ahmad Nasuhi, termasuk memastikan dokumen terkait masa pidana dan pembebasannya.
“Seharusnya belum bebas dia, atau mungkin dapat remisi. Kami lagi minta surat pembebasannya,” kata Hermanto, Sabtu (6/6/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi saat mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan Ahmad Nasuhi melaju dari arah Jembatan Ampera menuju kawasan RS Charitas Palembang. Setibanya di kawasan depan Pasar Cinde, kendaraan tersebut diduga menabrak sejumlah kendaraan di depannya hingga memicu kecelakaan beruntun.
Dalam pemeriksaan awal, pengemudi mengaku tidak sengaja menabrak kendaraan di depannya. Ia berdalih panik saat kejadian dan salah menginjak pedal kendaraan.
“Pengemudi Fortuner mengaku hendak menginjak rem namun justru menginjak pedal gas. Namun hal itu masih kami dalami,” ujar Hermanto.
Akibat kecelakaan tersebut, dua orang meninggal dunia dan sedikitnya tiga orang lainnya mengalami luka berat. Korban meninggal dunia diketahui bernama Devi Yanto (39), seorang pengendara sepeda motor, serta Ahmad Ridwan (54), sopir angkutan kota yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis.
Menurut polisi, salah satu korban meninggal merupakan pengendara motor yang saat kejadian sedang membonceng istri dan anaknya.
Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
“Kalau saksi-saksi sudah di-BAP semua, kami gelar perkara untuk penetapan tersangka,” kata Hermanto.
Kasus kecelakaan maut di kawasan padat lalu lintas tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama terkait proses penyidikan dan latar belakang pengemudi yang sebelumnya pernah terjerat kasus korupsi. (HD).
















